Pasemetonan Sira Arya Gajah Para Gelar Sapuh Leger Massal untuk Umum, Ringankan Beban Umat
- calendar_month 3 menit yang lalu
- visibility 2
- comment 0 komentar
- print Cetak

filter: 0; fileterIntensity: 0.0; filterMask: 0; captureOrientation: null; brp_mask:0; brp_del_th:null; brp_del_sen:null; delta:null; module: photo;hw-remosaic: false;touch: (-1.0, -1.0);sceneMode: 128;cct_value: 0;AI_Scene: (-1, -1);aec_lux: 0.0;aec_lux_index: 0;albedo: ;confidence: ;motionLevel: -1;weatherinfo: null;temperature: 51;
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Amlapurapost.com – Kepedulian terhadap umat dalam menjalankan yadnya diwujudkan Pasemetonan Sira Arya Gajah Para Bretara Sira Arya Getas Kabupaten Karangasem melalui pelaksanaan Upacara Sapuh Leger massal untuk umum.
Sebanyak 69 orang mengikuti upacara yang digelar di Griya Abianjero, Desa Ababi, Kecamatan Abang, Karangasem, Minggu (4/10/2026).
Kegiatan ini menjadi salah satu program kerja pasemetonan sekaligus upaya meringankan beban umat. Sebab, pelaksanaan Sapuh Leger secara mandiri membutuhkan biaya, tenaga, serta berbagai perlengkapan upacara.
Ketua Pengurus Pasemetonan Sira Arya Gajah Para Bretara Sira Arya Getas Karangasem, I Ketut Udiyana, mengatakan kegiatan tersebut sengaja dikemas secara massal agar umat dapat mengikuti upacara dengan biaya yang lebih ringan.
“Sapuh leger untuk umum, jadinsiapa saja boleh ikut, Tentu upacara masal ini juga bertujuan untuk meringankan umat ketika melaksanakan upacara Sapuh Leger. Seperti kita ketahui, melaksanakan upacara ini secara individual membutuhkan biaya dan tenaga yang tidak sedikit,” ujar Udiyana.
Pelaksanaan upacara dilakukan dengan semangat gotong royong. Pembiayaan dibantu pengurus pasemetonan bersama sejumlah pengusaha, sehingga peserta tidak harus menanggung seluruh kebutuhan upacara secara mandiri.
Udiyana menegaskan, keberadaan pasemetonan diharapkan tidak berhenti sebagai sebuah perkumpulan, tetapi mampu memberikan manfaat nyata bagi umat.
“Pasemetonan Sira Arya Gajah Para bukan hanya sekadar nama, tetapi hadir dan ada untuk warga atau umat, tanpa membedakan kulit dan warna,” tegasnya.
Selain meringankan beban umat, kegiatan tersebut juga menjadi momentum mempererat hubungan antarpasemetonan sekaligus menjaga keberlangsungan adat dan tradisi Bali.
Rangkaian upacara telah dimulai pada Minggu (4/10/2026) dan akan berlanjut hingga puncak upacara yang bertepatan dengan Tumpek Wayang, Sabtu (10/10/2026). Prosesi akan dipuput oleh tiga orang sulinggih.
Ketua Umum Pusat Pasemetonan Sira Arya Gajah Para Bretara Sira Arya Getas, I Ketut Suadnyana, mengapresiasi pelaksanaan Sapuh Leger massal tersebut.
Menurutnya, kegiatan keagamaan seperti ini merupakan bagian penting dalam menjaga dan meneruskan warisan adat serta nilai spiritual leluhur kepada generasi berikutnya.
“Saya sangat senang Pasemetonan Sira Arya Gajah Para melaksanakan upacara Sapuh Leger massal. Ini luar biasa. Pembangunan tidak cukup hanya fisik, tetapi juga harus dilengkapi dengan pembangunan sumber daya manusia,” ujarnya.
Suadnyana menyebut kegiatan tersebut juga menjadi momentum untuk mempererat pasemetonan serta mengajak umat melakukan penyucian diri secara sekala dan niskala.
Sementara itu, Wakil Bupati Karangasem Pandu Prapanca Lagosa menilai pelaksanaan Sapuh Leger secara massal menjadi wujud nyata kebersamaan keluarga besar Pasemetonan Sira Arya Gajah Para Bretara Sira Arya Getas.
Ia berharap kegiatan tersebut semakin mempererat hubungan antaranggota pasemetonan dan menciptakan kebersamaan yang harmonis.
“Pelaksanaan upacara Sapuh Leger secara massal ini merupakan wujud nyata dari semboyan Pasemetonan Sira Arya Gajah Para Bratara Sira Arya Getas, Bhakti Satya Wirang,” ungkapnya. (Rls)
- Penulis: Admin

Saat ini belum ada komentar