Breaking News
Beranda » Daerah » Antara Tradisi dan Hukum, Suparta Buka Suara soal Tajen Di Bali

Antara Tradisi dan Hukum, Suparta Buka Suara soal Tajen Di Bali

  • calendar_month 8 jam yang lalu
  • visibility 2
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

RANGASEM – Tajen atau sabung ayam di Bali tidak bisa dilepaskan dari perdebatan antara perspektif hukum dan nilai tradisi yang hidup di tengah masyarakat.

 

Di satu sisi, tajen kerap dipandang sebagai bentuk perjudian. Namun, di sisi lain, sebagian masyarakat melihatnya sebagai bagian dari tradisi, kearifan lokal, serta kehidupan sosial dan budaya Bali yang telah berlangsung turun-temurun.

 

Wakil Ketua DPRD Karangasem, I Wayan Suparta turut memberikan pandangannya, ia menilai tajen perlu dilihat secara lebih luas dengan mempertimbangkan konteks budaya dan tradisi masyarakat Bali. Menurutnya, jangan sampai penilaian terhadap tajen hanya berhenti pada aspek perjudian, tanpa melihat akar tradisi yang melekat di dalamnya.

 

Suparta menyinggung adanya perbedaan antara kasino dan tajen. Jika kasino identik dengan hiburan yang membutuhkan kemampuan ekonomi tertentu, tajen dinilainya memiliki kedekatan dengan kehidupan masyarakat lokal.

 

“Tajen ini bagian dari kearifan lokal dan hiburan masyarakat Bali yang sudah turun-temurun. Karena itu, kita perlu melihatnya dari sisi tradisi dan budaya juga,” ujarnya.

 

Ia juga menyoroti tradisi tabuh rah yang berkaitan dengan ritual keagamaan Hindu Bali. Dalam praktiknya, tabuh rah memiliki konteks ritual tersendiri dan tidak bisa serta-merta disamakan dengan tajen untuk kepentingan perjudian.

 

Menurut Suparta, keberadaan tradisi yang berkaitan dengan sabung ayam juga perlu dipahami berdasarkan konteks, tujuan, serta pelaksanaannya di tengah masyarakat. Salah satunya, tradisi yang berkembang di sejumlah desa adat dan dikaitkan dengan ritual untuk menjaga keseimbangan kehidupan masyarakat.

 

Selain itu, ia menyinggung keberadaan pelinggih yang dikenal masyarakat sebagai tempat pemujaan Ida Bhatara Ratu Bagus Bebotoh. Baginya, berbagai ekspresi tradisi yang hidup di tengah masyarakat Bali perlu dipahami secara bijak agar tidak kehilangan makna kulturalnya.

 

Bagi Suparta, tradisi dan kearifan lokal merupakan bagian dari identitas masyarakat Bali yang patut dihormati. Tantangannya adalah bagaimana nilai-nilai tersebut tetap terjaga tanpa mengabaikan aturan hukum serta ketertiban sosial.

 

“Misalnya seperti disalah satu desa adat di karangasem, ada Pelinggih ide Betare bagus bebotoh itu ada Aci nya kusus yang di sakralkan. Mungkin tempat lain di Bali juga ada tetapi beda namanya sesuai kearipan lokal. Tetapi tentu akan ada pro dan kontra namun itu wajar. Jaman sekarang tidak perlu kucing – kucingan, semua bisa terbuka dengan dasar kordinasi yang baik antara adat dengan dinas,” tandasnya.

 

 

  • Penulis: Admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pansus III DPRD Karangasem

    Modus Kamuflase Toko Modern Terendus, Pansus III Desak Penertiban

    • calendar_month Minggu, 11 Okt 2026
    • account_circle Gs
    • visibility 9
    • 0Komentar

    AMLAPURAPOST.COM — Fenomena toko modern berjejaring di Kabupaten Karangasem yang beroperasi dengan modus menyerupai toko lokal kini menjadi sorotan tajam.   Praktik ini dinilai sebagai bentuk kamuflase untuk mengakali regulasi terkait pembatasan kuota dan jarak yang diatur dalam Peraturan Daerah (Perda) maupun Peraturan Bupati (Perbub) tentang toko modern berjejaring.   ​Ketua Pansus III, I Wayan […]

  • Karangasem Percepat RDTR Rendang, Selat dan Bebandem

    Karangasem Percepat RDTR Rendang, Selat dan Bebandem, Bagaimana Nasib Galian C?

    • calendar_month Senin, 5 Okt 2026
    • account_circle Amp
    • visibility 9
    • 0Komentar

    KARANGASEM – Pemerintah Kabupaten Karangasem mempercepat penyusunan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) Kecamatan Rendang, Selat dan Bebandem. Penyusunan ini diharapkan mampu memberikan kepastian pemanfaatan ruang sekaligus mengakomodasi potensi dan kebutuhan masing-masing wilayah. Hal tersebut disampaikan Sekda Karangasem I Ketut Sedana Merta saat membuka FGD I RDTR sekaligus Konsultasi Publik I Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS) […]

  • Bupati Gus Par Perjuangkan Formasi PNS ke Pusat

    Gus Par Perjuangkan 149 Formasi PNS Karangasem ke Pusat

    • calendar_month Jumat, 18 Sep 2026
    • account_circle Amp
    • visibility 39
    • 0Komentar

    KARANGASEM – Pemerintah Kabupaten Karangasem terus berupaya mengatasi kekurangan aparatur sipil negara (ASN) yang terjadi akibat tingginya jumlah pegawai memasuki masa pensiun. Bupati Karangasem I Gusti Putu Parwata alias Gus Par bahkan turun langsung ke Jakarta untuk memperjuangkan pemenuhan kebutuhan aparatur Karangasem kepada pemerintah pusat. Langkah tersebut dilakukan di tengah kondisi sebanyak 642 PNS Karangasem […]

  • Photo ilustrasi sawah dan bangunan beton, sudut kanan bupati gus par

    Karangasem Jadi “Tumbal” Target LP2B Bali, Beban Lahan Naik 91,69 Persen

    • calendar_month Senin, 5 Okt 2026
    • account_circle Admin
    • visibility 11
    • 0Komentar

    AMLAPURAPOST. COM– Karangasem kembali dihadapkan pada posisi sulit. Di tengah upaya mengejar ketertinggalan ekonomi dan mengembangkan pariwisata, kabupaten di ujung timur Bali ini justru harus menanggung tambahan beban dalam pemenuhan target Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) Provinsi Bali. Karangasem disebut harus menambah luasan LP2B hingga mencapai 91,69 persen dari Luas Baku Sawah (LBS). Angka tersebut […]

  • Tradisi

    Bupati Gus Par Apresiasi Pelestarian Pura Kawitan dan Naskah Kuno Ki Pasek Badeg

    • calendar_month Selasa, 13 Okt 2026
    • account_circle Tim
    • visibility 6
    • 0Komentar

    Amlapurapost.com – Bupati Karangasem I Gusti Putu Parwata (Gus Par) mengapresiasi komitmen Pasemetonan Ki Pasek Badeg dalam melestarikan pura kawitan dan warisan sejarah leluhur. Apresiasi tersebut disampaikan saat menerima penglingsir dan panitia Karya Agung Pasemetonan Ki Pasek Badeg di Kantor Bupati Karangasem, Senin (12/10).   Gus Par menegaskan, pelestarian warisan leluhur penting untuk menjaga identitas […]

  • Pasemetonan Sira Arya Gajah Para Gelar Sapuh Leger Massal untuk Umum, Ringankan Beban Umat

    Pasemetonan Sira Arya Gajah Para Gelar Sapuh Leger Massal untuk Umum, Ringankan Beban Umat

    • calendar_month Senin, 5 Okt 2026
    • account_circle Admin
    • visibility 14
    • 0Komentar

    Amlapurapost.com – Kepedulian terhadap umat dalam menjalankan yadnya diwujudkan Pasemetonan Sira Arya Gajah Para Bretara Sira Arya Getas Kabupaten Karangasem melalui pelaksanaan Upacara Sapuh Leger massal untuk umum. Sebanyak 69 orang mengikuti upacara yang digelar di Griya Abianjero, Desa Ababi, Kecamatan Abang, Karangasem, Minggu (4/10/2026). Kegiatan ini menjadi salah satu program kerja pasemetonan sekaligus upaya […]

expand_less