Bupati Gus Par Apresiasi Pelestarian Pura Kawitan dan Naskah Kuno Ki Pasek Badeg
- calendar_month Selasa, 13 Okt 2026
- visibility 6
- comment 0 komentar
- print Cetak

Audiensi penglingsir dan panitia Karya Agung Pasemetonan Ki Pasek Badeg
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Amlapurapost.com – Bupati Karangasem I Gusti Putu Parwata (Gus Par) mengapresiasi komitmen Pasemetonan Ki Pasek Badeg dalam melestarikan pura kawitan dan warisan sejarah leluhur. Apresiasi tersebut disampaikan saat menerima penglingsir dan panitia Karya Agung Pasemetonan Ki Pasek Badeg di Kantor Bupati Karangasem, Senin (12/10).
Gus Par menegaskan, pelestarian warisan leluhur penting untuk menjaga identitas dan sejarah Karangasem. Menurutnya, kekayaan sastra dan tradisi yang dimiliki daerah harus terus dirawat agar tidak hilang ditelan zaman.
“Karangasem merupakan gudangnya sastra yang harus dijaga kelestariannya. Saya mengapresiasi seluruh Pasemetonan Ki Pasek Badeg yang memiliki kesadaran untuk menjaga dan melestarikan warisan leluhur,” ujarnya.
Ia juga menyatakan dukungan terhadap pelaksanaan Karya Agung Ki Pasek Badeg yang puncaknya dijadwalkan pada Sabtu (31/10). Gus Par berpesan agar seluruh pasemetonan menjaga persatuan dan memperkuat ikatan kekeluargaan.
Ketua Panitia Karya, I Nyoman Sidia, mengatakan Karya Agung kali ini memiliki makna khusus. Berdasarkan penelusuran para penglingsir, upacara dengan tingkatan besar tersebut diperkirakan belum pernah dilaksanakan selama sekitar lima generasi.
“Kami ingin menguatkan kembali hubungan dengan leluhur sekaligus memastikan warisan yang masih ada tetap terjaga dan dikenal generasi berikutnya,” kata Sidia.
Ia menjelaskan, perawatan Pura Kawitan Ki Pasek Badeg telah dilakukan secara swadaya selama sekitar 15 tahun. Perbaikan dilakukan secara bertahap untuk menangani kerusakan bangunan akibat usia dan dampak erupsi Gunung Agung pada 1963.
Pelestarian juga dilakukan terhadap naskah kuno Lontar Kandan Pasek yang memuat informasi tentang keberadaan Ki Pasek Badeg. Bekerja sama dengan Universitas Udayana, pasemetonan melakukan perawatan, alih aksara, dan alih bahasa hingga naskah tersebut diterbitkan dalam bentuk buku.
Adapun rangkaian Karya Agung meliputi Numbung Pedagingan, Ngenteg Linggih, Mepedudusan Agung, Manawa Ratna, dan Balik Sumpah dengan tingkatan Madianing Utama.
- Penulis: Tim
- Editor: Redaksi

Saat ini belum ada komentar